Mini Cooper

Mini Cooper
Mini adalah sebuah mobil kecil yang diproduksi oleh British Motor Corporation (BMC) dan penerusnya dari tahun 1959 sampai 2000. Model asli dari mobil ini dianggap sebagai ikon dari Inggris pada tahun 1960-an.

Selasa, 28 Januari 2020

Tugas 4


“ Liburan ku ”

Aku Wanda Rhamadina Zahra. Aku lahir di Garut 30 November 2002. Aku paling suka travelling. Hampir setiap libur sekolah aku mengajak ayah dan ibu ku keluar kota untuk berlibur. Ohh ya, ada liburanku yang paling aku sukai yaitu tur ke gunung bromo. Aku pergi bersama ayah, ibu, kakak, adik, dan juga keluarga kakak ayah ku . Aku suka sekali liburan ini karena aku mempunyai teman yaitu shifa. Shifa adalah keponakan ayah ku. Jarang- jarang aku berlibur mempunyai teman perempuan, karena kakak dan adikku laki laki semua. 

Gunung Bromo
Turku ke Gunung Bromo. menghabiskan sekitar 3 jam untuk sampai ke Gunung Bromo dari Pemalang menggunakan kendaraan umum. Aku sampai di lokasi sore hari. Karena kuingin melihat matahari terbit dari Bukit Penanjakan yang mana merupakan salah satu tempat matahari terbit terbaik di Gunung Bromo, aku memutuskan untuk istirahat di tempat penginapan dan akan pergi ke bukitnya subuh. 

Esok harinya aku bangun jam 3 subuh dan segera siap-siap setelah aku siap, aku menyewa mobil jeep untuk ke Bukit Penanjakan. Ketika sampai di bukit, ada banyak orang di sana. Singkat cerita, aku akhirnya ada di puncak bukitnya dan menyaksikan pemandangan matahari terbit yang luar biasa. Aku menghabiskan sekitar sejam di sana hanya untuk menikmati pemandangan memesona yang ditawarkan oleh alam.

Bukit Teletubbies
Setelah itu, aku pergi ke Bukit Savannah alias bukit Telletubbiesnya Bromo menggunakan mobil jeep yang sama. Dan lagi, pemandangannya sangat hijau dan memukau. Udara yang dingin dan cuaca panas matahari yang membawa rasa tenang ada di tempat ini.  Kemudian mobil jeep membawaku ke Pasir Berbisik. Mungkin itu hanya lautan pasir, tetapi suasananya bagai mimpi. Aku merasa seperti sedang mengunjungi planet lain.

Pemberhentian selanjutnya adalah Kawah Bromo itu sendiri. Mobil jeep menurunkanku di arena parkir mobil jeep sekitar 1 sampai 2 km dari kawah. Aku bisa jalan atau naik kuda untuk sampai ke kawah. Aku memilih berjalan saja karena kawahnya terletak di puncak gunung, dan aku merasa kasihan melihat kuda-kuda membawa orang-orang di punggung mereka sambil mendaki.

Sebenarnya pendakiannya mudah. Hanya dibutuhkan kurang dari 30 menit untuk sampai ke puncak. Di puncak gunungnya, bukan kawah yang mencuri perhatianku, tetapi pemandangannya. Semua orang dan semua hal terlihat sangat kecil dari sana. Aku yakin jika kamu ada di sana kamu akan berkata sesuatu yang filosofis seperti, “manusia hanyalah butiran debu di alam semesta”

Setelah puas menikmati indahnya alam di Gunung Bromo aku pulang kembali ke Pemalang Ke rumah nenekku sebelum aku pulang ke Garut untuk bersekolah kembali. Singkat cerita, aku sampai di rumah nenekku. Di rumah nenekku aku tidak istirahat seperti ayah, ibu, dan kakakku. Aku bermain ke pantai menggunakan sepeda bersama shifa keponakan ayahku itu. Aku duduk di pinggir pantai sambil meminum es kelapa muda dengan shifa. 
Pantai Widuri Pemalang

Udara angin yang kencang membuat aku dan shifa mengantuk, dan setelah itu kami memutuskan pulang ke rmh nenek untuk beristirahat. Sesampainya di rumah nenek aku dan shifa berebahkan diri di sofa berwarna coklat yang empuk, mataku merasa lelah dan tidak lama setelah itu aku dan shifa tertidur pulas. Tiba-tiba aku berada di tempat yang gelap aku sendirian mencari shifa yang tadi bersamaku, telingaku bising dengan suara entah apa itu

Brug tiba tiba terdengar suara jatuhan papan dari arah belakangku, aku ketakutan dan risau dengan keadaan shifa yang entah dimana. "Tolong, tolong..." suara shifa yang ku kenal jelas membuatku menoleh dan berlari terus berlari tapi kakiku terasa berat melangkah. brug aku terjatuh dari sofa yang coklat itu tadi, tidak ada shifa di dekatku karna dia sedang mandi dan teriak minta tolong di ambilkan handuk karena ketinggalan. mimpi yang singkat ternyata haha. 

Itulah yang bisa aku ceritakan tentang liburanku. Bagaimana jika kalian menceritakan liburan bahagia kalian di kolom komentarku ? 
Salam Sayang, Wanda.. 


Selasa, 14 Januari 2020

Tugas 3

Malin Kundang 


Gambar.1
Pada Zaman dahulu kala tinggallah sekeluarga kecil yang miskin terdiri dari ayah, ibu dan satu orang anak laki-laki. Dalam keseharian mereka sangatlah sulit hanya hidup dalam pas-pasan saja dan terkadang mereka sulit untuk mendapatkan makanan. Anaknya yang bernama Malin Kundang terbilang sangat nakal, setiap hari hanya bermain dan mengejar ayam peliharaan orang tuanya. Setiap kali berhasil menangkap, ayam itu selalu disiksa olehnya.
Suatu hari ayahnya yang merasa hidup ini harus berubah dan mencoba merelakan meninggalkan anak dan istrinya demi mencari nafkah merantau ke negeri sebrang yang kata kebanyakan orang disana bisa mendapatkan uang yang banyak jika berhasil. Ibunya dan malin bersedih ketika mengantarkan ayahnya ke pelabuhan untuk berangkat merantau. 
Hari demi hari mereka menanti kehadiran sang ayah namun tak kunjung datang dan tak ada kabar dari ayahnya. Sang ibu harus bekerja keras demi mencukupi kehidupan mereka. Dikala ibunya berjualan, si malin kundang seperti biasa hanya senang bermain dan mengejar ayamnya. Sampai seketika saat ia mengejar ayamnya itu ia terjatuh dan terluka di bagian lengannya. Malin kundang pun menangis sangat kejer karena rasa sakit dari luka itu.
Ibunya mengobati luka itu dengan penuh kasih sayang. Saat sambil mengobati luka si malin kundang ibunya berkata. “Nak luka ini pasti cepat sembuh tapi bekas luka ini akan sulit hilang dan akan menjadi bekas”. Malin hanya bisa menangis saja. Hu hu hu sakit ibu.

Gambar.2
Hari telah berlalu dan tanpa terasa si malin kundang sudah menjadi pria dewasa yang tampan dan gagah. Ia merasa bosan dengan kehidupannya saat ini, tinggal di desa yang sepi dan amatlah miskin. Ia bertekad dan membulatkan keyakinannya ingin merantau seperti ayahnya. Lalu meminta izin kepada ibunya. “Bu, izinkan aku merantau ke negeri sebrang seperti ayah dan aku ingin menjadi orang sukses”. Ibunya yang merasa sedih mengizinkan anaknya untuk merantau serta mendoakannya. Malin Kundang menyelinap disebuah kapal dan bersembunyi di dalam peti kayu agar tidak ketahuan, lalu berlayarlah kapal itu. Saat di tengah laut tiba-tiba kapal yang ditumpangi oleh malin kundang di jegat oleh kapal bajak laut. Semua awak kapal dibunuh dan mengambil semua barang yang ada di kapal itu lalu meninggalkan kapal itu terombang ambing di laut.
Nasib malin kundang sungguh beruntung kare di saat perampokan terjadi ia sedang bersembunyi di sebuah peti kayu dan tidak di ketahui oleh perampok. Saat ia keluar dari persembunyiannya, ternyata kapal yang ia tumpangi sudah terdampar di pinggir pantai sebuah pulau yang sangat subur, makmur dan kaya.
Sesampainya di pulau itu, ia bekerja keras menghidupi dirinya. Siang malam ia selalu bekerja, dalam dirinya hanya ada tekad kalau ia bisa menjadi orang sukses dan kaya. Akhirnya tekad dan kerja kerasnya itu membuahkan hasil yang sangat baik, ia berhasil menjadi orang sukses dan kaya, punya kapal besar dengan seratus awak kapal. Ia pun juga sudah menikah dengan seorang gadis yang juga keturunan dari keluarga yang kaya raya. Suatu hari ia mengajak istrinya untuk mengunjungi pulau-pulau yang ada dan akhirnya tibalah malin kundang di pulau dimana ia dibesarkan dulu. Kapalnya yang sangat mewah dan bagus itu membuat penduduk warga terkagum melihat kapal besar bagus bersandar di pulau yang miskin itu hingga terdengar kekuping ibunya malin kundang, dan percaya itu pasti adalah anaknya yang sudah sukses lalu menghampiri ke tepi pantai untuk melihat kapal besar itu.
Saat malin kundang dan istrinya turun dari kapal besar itu, ibunya dengan batin yang sangat kuat mempercayai kalau itu adalah anaknya lalu berteriak memanggil-manggil. “Malin, malin ini aku ibumu nak” teriak ibunya sambil tersedu-sedu. Seketika istrinya malin kundang bertanya “siapa itu kakanda yang memanggil-manggil namamu ?”.
Dalam benak hati malin kundang tidak ingin menjawab kalau sebenarnya ia adalah orang yang dilahirkan dari keluarga miskin di pulau terpencil itu. Lalu malin kundang berkata “mungkin itu hanya pengemis tua yang meminta sedekah kepada kita”. Ibunya yang mendengar perkataan itu menjadi sedih karena tidak diakui sebagai ibunya.

Ibunya terus mendekati dan mengatakan “aku ini ibumu nak, apa kamu sudah lupa dengan ibu ?” malin kundang jadi semakin kesal dan tidak mau mengakui ibunya didepan istrinya yang cantik dan kaya raya itu. Lalu menyuruh awak kapal agar segera menyingkirkan ibu tua itu dari hadapan kita. Dengan sangat kasar ibu tua itu diseret oleh awak kapal malin kundang.


Gambar.3
Saat diseret-seret oleh awak kapal malin kundang ibunya berteriak “lihatlah bekas luka ditanganmu itu, hanya anakku yang punya tanda bekas luka seperti itu”. Malin kundang merasa geram mendengarnya dan tidak memperdulikan ibunya itu. Lalu ibunya berdoa dan mengucap ” ya tuhan, jika memang benar dia adalah anakku malin kundang. Kutuklah dia menjadi batu”.

Seketika cuaca yang tadinya tenang menjadi berubah dan sangat menakutkan, tiba-tiba tubuh malin kundang menjadi kaku dan tidak bisa bergerak. Malin kundang yang merasa kalau dirinya sedang terkenan kutukan langsung bersujud ke pasir di tepi pantai dan memohon maaf, tapi apalah daya ibunya yang sudah terlanjur mengutuk dia, saat keadaan bersujud ia berubah menjadi batu. Hingga kini batu itu masih ada di pantai air manis, padang, sumatera barat.
Dari cerita rakyat malin kundang kita dapat mengambil pelajaran, kalau kita kelak menjadi orang sukses janganlah menjadi orang yang sombong dan terus ingatlah kepada orang tua kita yang selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya.